Seorang Guru berkumpul dgn murid-muridnya.
Lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan :
Pertanyaan ke 1.
Apa yg paling dekat dgn diri kita di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab,, "orang tua", "guru", "teman", & "kerabat"..
Yg paling dekat dgn kita adalah "kematian".
Sebab kematian adalah PASTI.
Pertanyaan ke 2.
Apa yg paling jauh dari diri kita ?
Muridnya ada yg menjawab : "Negara Amerika", "bulan", "matahari".
Yg paling benar adalah "masa lalu".
Siapa pun kita,,, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.
Sebab itu kita harus menjaga hari ini & hari-hari yg akan datang.
Yg ke 3.
Apa yg paling besar di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab "gunung", "bumi" & "matahari",,
Yg paling besar dari yg ada di dunia ini adalah "nafsu"
Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi..
Karena itu, kita hrs hati-hati dgn hawa nafsu ini
Pertanyaan ke 4.
"Apa yg paling berat di dunia ini ?"
Di antara muridnya ada yg menjawab, : "baja","besi"&"gajah"
Yg paling berat adalah "memegang amanah"
Pertanyaan yg ke 5. "Apa yg paling ringan di dunia ini ?"
Ada yg menjawab "kapas", "angin", "debu"&"daun-daunan"
Yg paling ringan di dunia ini adalah "Meninggalkan Ibadah"
Lalu pertanyaan ke 6.
"Apakah yg paling tajam di dunia ini ?"
Muridnya menjawab dgn serentak... "PEDANG !"
Yg paling tajam adalah "lidah manusia"
Krn melalui lidah, manusia dgn mudahnya menyakiti hati,,, & melukai perasaan...
Friday, October 14, 2011
Mungkinkah anda yang terpilih ?
Jika Anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca …. Anda adalah bagian dari kelompok terpilih.
Jika Anda bangun pagi ini dan merasa sehat … Anda adalah lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan bertahan hidup minggu ini.
Jika Anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksaan,
atau kelaparan …. Anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.
Jika Anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati …. Anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.
Jika Anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju – baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat …. Anda lebih kaya dari 75 % penduduk di dunia ini.
Jika Anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran … Anda merupakan anggota dari 8 % kelompok orang – orang kaya di dunia.
Jika orang tua masih hidup & menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka …. maka Anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.
Jika Anda mampu menegakan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa bahagia … Anda memiliki keistimewaan sendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.
Jika Anda dapat membaca tulisan ini …. Anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan Anda, dan Anda jauh lebih beruntung dibandingkan dengan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali.
Semoga Anda menikmati setiap hari yang indah ini. Hitunglah karunia keberuntungan Anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang – orang yang sangat beruntung.
Dengan bersyukur, Anda akan lebih menikmati hidup di dunia yang sejenak ini ….
HIdup Seimbang
Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik,
"Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dgn lima bola di udara.
Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan:
- Pekerjaan
- Keluarga
- Kesehatan
- Sahabat, dan
- Semangat
Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jgn sampai ada yang terjatuh.
Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET.
Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA.
Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!
Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.
Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan yg adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tsb.
Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga.
Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan.
Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya.
Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jgn sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.
Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis?
Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang..:)
Hidup sederhana
Hidup itu sederhana; ambil keputusan, lakukan dan jangan menyesalinya
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”
”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”
”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.”
Mutiara kebijaksanaan : Sombong
Ada seorang ulama dari kota lain yang konon sangat pandai. tidak ada suatu pertanyaan pun yang tidak bisa di jawabnya, namun sayang hal itu tanpa sadar telah membuatnya sombong. ketika Abu Nawas bertemu dengannya, ulama itu diajaknya mengadu ilmu.
"anda orang yang sangat berilmu, tentu bisa menjawab semua pertanyaan dari orang bodoh seperti saya ini."
“Tentu, apa yang ingin kau tanyakan ?”
“tidak, saya hanya ingin membuktikan bahwa anda memnag benar-benar berilmu tinggi”
“Apa engkau masih ragu?”
“Bagaimana kalau anda saya beri pertanyaan tetapi tidak tahu, maukah anda memberi saya hadiah uang sebanyak 15 dirham? Tentu anda tidak keberqatan bukan? Saya saja yang bodoh ini, bila anda tanyai dan tidak tahu jawabannya berani memberi hadiah sebesar 5 dirham. Apalagi orang sepandai anda!”
“ Baik, kalau begitu. Apa pertanyaannya ?”
“Singa apa yang tidak punya mulut?”
“Singa bisu!”
“Akh, itu bukan jawaban orang berilmu. Meskipun bisu, singa tetap punya mulut.”
“Lalu apa?”
“Berikan 15 dirham dahulu!”
“Baik, ini terimalah!” kata ulama itu sambil memberikan uangnya.
Abu Nawas langsung ngeloyor pergi tapi kemudian ditarik oleh ulama itu. Katanya,”Lalu jawabannya apa?” tampaknya ia penasaran.
“Saya juga tidak tahu. Kalau begitu, saya harus memberi hadiah 5 dirham buat anda. Uang saya masih sisa 10 dirham kok!”
Tuesday, October 11, 2011
Hikmah "Lucu Ya ....."
"Sampaikanlah berita gembira kepada orang - orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karuia yang besar dari Allah ," (QS Al-Ahzab [33] : 47)
Lucu ya ... uang Rp 20,000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal mesjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.
Lucu ya ... 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tetapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola.
Lucu ya ... betapa lamanya 2 jam berada di mesjid, tetapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop .
Lucu ya ... susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau shalat, tetapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman .
Lucu ya ... betapa serunya perpanjangan waktu pertandingan bola favorit kita, tetapi betapa bosannya bila imam salat tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya .
Lucu ya ... susah banget baca al- quran 1 juz saja, tetapi novel best-seller 500 halaman pun dilahap habis .
Lucu ya ... orang - orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, tetapi berebut cari saf paling belakang bila jumatan agar bisa keluar cepat .
Lucu ya ... kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita, tetapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika .
Lucu ya ... susahnya orang ngajak partisipasi untuk dakwah, tetapi mudahnya orang berpartisipasi menyebarkan kerusuhan .
Lucu ya ... kita begitu percaya pada yang dikatakan koran , tetapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-quran .
Lucu ya ... semua orang pengennya masuk surga tapa harus beriman, berpikir, berbicara, ataupun melakukna apa-apa .
Lucu ya ... kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email, tetapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua kali .
HAHAHAHAHA
BENAR-BENAR LUCU YA ???
semoga bermanfaat dan membawa kedamaian kepada yang membacanya .
@11nd
Lucu ya ... uang Rp 20,000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal mesjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.Lucu ya ... 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tetapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola.
Lucu ya ... betapa lamanya 2 jam berada di mesjid, tetapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop .
Lucu ya ... susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau shalat, tetapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman .
Lucu ya ... betapa serunya perpanjangan waktu pertandingan bola favorit kita, tetapi betapa bosannya bila imam salat tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya .
Lucu ya ... susah banget baca al- quran 1 juz saja, tetapi novel best-seller 500 halaman pun dilahap habis .
Lucu ya ... orang - orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, tetapi berebut cari saf paling belakang bila jumatan agar bisa keluar cepat .
Lucu ya ... kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita, tetapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika .
Lucu ya ... susahnya orang ngajak partisipasi untuk dakwah, tetapi mudahnya orang berpartisipasi menyebarkan kerusuhan .
Lucu ya ... kita begitu percaya pada yang dikatakan koran , tetapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-quran .
Lucu ya ... semua orang pengennya masuk surga tapa harus beriman, berpikir, berbicara, ataupun melakukna apa-apa .
Lucu ya ... kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email, tetapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua kali .
HAHAHAHAHA BENAR-BENAR LUCU YA ???
semoga bermanfaat dan membawa kedamaian kepada yang membacanya .
@11nd
Inner Peace (Sesuatu yang paling dicari di dalam Kehidupan)
Apa itu Inner Peace ??
- Kecenderungan untuk berpikir dan bertindak secara spontan daripada berdasarkan ketakutan atas pengalaman di masa lalu.
- Kemampuan tidak bercela untuk menikmatik setiap momen.
- Kehilangan keinginan untuk menghakimi orang lain.
- Kehilangan keinginan untuk menghakimi diri sendiri.
- Kehilangan keinginan untuk menerjemahkan aksi orang lain.
- Kehilangan keinginan dalam konflik.
- Kehilangan kemampuan untuk cemas (Ini adalah gejala yang paling serius).
- Sekumpulan penghargaan yang sering dan menyeluruh.
- Perasaan atas terhubung dengan dengan orang lain dan alam.
- Frekuensi serangan senyum.
- Kecenderungan untuk membiarkan sesuatu terjadi daripada membuat mereka terjadi.
- Perkembangan kecenderungan terpengaruh secara emosional terhadap cinta dan keinginan yang tidak terkontrol untuk menambahnya.
Sekarang? Sudah mengerti? Masih bingung? Sebenarnya apa itu inner peace? Kalau kalimat kerennya “apakah Inner Peace itu?“. Menurut wikipedia, (saya terjemahkan langsung dari bahasa Inggrisnya) Inner Peace adalah keadaan damai secara mental dan spritual, yang dengan pengetahuan dan pengertian yang cukup untuk menjaga seseorang menjadi kuat dalam menghadapi stres. Situasi “damai” ini dianggap oleh banyak orang sebagai kondisi sehat (biasanya diasosiasikan dengan kebahagian) dan merupakan kebalikan dari keadaan stres atau gugup. Penulis aslinya memberikan “Warning”, jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, maka itu merupakan ancaman terbesar terhadap konflik-konflik yang terjadi di dunia.
Setelah membaca keterangan tentang inner peace dari wikipedia tersebut, saya menebak kalau Anda akan kembali membaca daftar di atas untuk mencari tahu apakah Anda sudah memiliki gejala-gejala seseorang yang sehat secara mental dan rohani, kebal terhadap stres. Hahaha, betul gak?
Apakah kita masing-masing individual sudah memilikinya?
Jawabannya tentu saja sudah! Kita tidak harus ‘berjuang’ untuk memilikinya karena kedamaian diri sudah ada di dalam hati kita. Sesendok esensi kehidupan yang sudah menyatu dengan jiwa kita yang tinggal kita aktifkan dan rasakan.
Apabila kita berada ditengah konflik atau suasana yang ramai sekalipun yang jauh dari kata damai, kita bisa merasakan kedamaian yang selalu kita cari… yaitu lewat diri sendiri. Memang sulit untuk kita bayangkan namun dengan perasaan yang ikhlas dan terbuka; ditengah situasi negatif kita bisa mencari positif. Marilah kita rasakan kedamaian diri kita dengan memulai apa yang kita senang lakukan dan jadikanlah itu suatu kebiasaan. Lihatlah segala sesuatu dengan penuh syukur karena semua itu ada untuk kita pelajari apapun bentuknya. Hargailah segala sesuatu, hormatilah juga. Anda pasti langsung menanyakan “Bagaimana kalau saya tidak dihargai oleh orang lain?” Maafkan orang itu, karena dia tidak tau apa yang dia lakukan atau dia membutuhkan suatu bimbingan emosi agar hidupnya menjadi lebih baik lagi. Tersenyumlah karena sesungguhnya kita semua berharga. Karena bila kita menggunakan emosi kita yang negatif untuk merespon maka kita terkalahkan oleh diri kita sendiri. Maka kedamaian diri tidak akan tercapai. Yang ada, kita malah konflik batin dan mengekspresikan emosi keluar diri kita tanpa arah dan tujuan yang jelas. Jangan sampai hal tersebut menghancurkan diri kita sendiri.
Dengan berdamai dengan diri kita sendiri, kita bisa menikmati indahnya dunia ini. Kehidupan yang kita jalani rasanya lebih ringan dan berguna. Tidak ada stress dan beban yang ditanggung akibat dari emosi – emosi negatif yang sering kita pancarkan. Itupun adalah sinyal dari kurangnya rasa bersyukur.
Mulai dari sekarang marilah kita rasakan damai dari dalam diri kita. Dengan ini keindahan diri akan tercipta dan anda akan menarik hal-hal yang positif & baik dalam hidup anda karena anda lebih memfokuskan pikiran dan hati anda tentang hal- hal kebaikan.
Jawabannya tentu saja sudah! Kita tidak harus ‘berjuang’ untuk memilikinya karena kedamaian diri sudah ada di dalam hati kita. Sesendok esensi kehidupan yang sudah menyatu dengan jiwa kita yang tinggal kita aktifkan dan rasakan.
Apabila kita berada ditengah konflik atau suasana yang ramai sekalipun yang jauh dari kata damai, kita bisa merasakan kedamaian yang selalu kita cari… yaitu lewat diri sendiri. Memang sulit untuk kita bayangkan namun dengan perasaan yang ikhlas dan terbuka; ditengah situasi negatif kita bisa mencari positif. Marilah kita rasakan kedamaian diri kita dengan memulai apa yang kita senang lakukan dan jadikanlah itu suatu kebiasaan. Lihatlah segala sesuatu dengan penuh syukur karena semua itu ada untuk kita pelajari apapun bentuknya. Hargailah segala sesuatu, hormatilah juga. Anda pasti langsung menanyakan “Bagaimana kalau saya tidak dihargai oleh orang lain?” Maafkan orang itu, karena dia tidak tau apa yang dia lakukan atau dia membutuhkan suatu bimbingan emosi agar hidupnya menjadi lebih baik lagi. Tersenyumlah karena sesungguhnya kita semua berharga. Karena bila kita menggunakan emosi kita yang negatif untuk merespon maka kita terkalahkan oleh diri kita sendiri. Maka kedamaian diri tidak akan tercapai. Yang ada, kita malah konflik batin dan mengekspresikan emosi keluar diri kita tanpa arah dan tujuan yang jelas. Jangan sampai hal tersebut menghancurkan diri kita sendiri.
Dengan berdamai dengan diri kita sendiri, kita bisa menikmati indahnya dunia ini. Kehidupan yang kita jalani rasanya lebih ringan dan berguna. Tidak ada stress dan beban yang ditanggung akibat dari emosi – emosi negatif yang sering kita pancarkan. Itupun adalah sinyal dari kurangnya rasa bersyukur.
Mulai dari sekarang marilah kita rasakan damai dari dalam diri kita. Dengan ini keindahan diri akan tercipta dan anda akan menarik hal-hal yang positif & baik dalam hidup anda karena anda lebih memfokuskan pikiran dan hati anda tentang hal- hal kebaikan.
Semoga bermanfaat dan membawa kedamaian kepada yang menbacanya
@11nd
Subscribe to:
Posts (Atom)




